Komitmen CSR

Perusahaan dalam akselerasi pengembangannya secara konsisten terus mengembangkan potensi masyarakat dan lingkungan sekitar. Perusahaan sangat menyadari pentingnya keselarasan antara pencapaian tujuan dan tanggung jawab terhadap lingkungan operasi dan masyarakat sekitar. Tanggung jawab tersebut telah dilaksanakan melalui serangkaian program Corporate Social Responsibility (CSR) dan termasuk di dalamnya, Program Bina Lingkungan. Program CSR ditujukan untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan pelestarian lingkungan terutama dalam pembentukan wawasan masyarakat untuk melestarikan lingkungan sekitar.

Kebijakan CSR

PDF File 0.08 MB

Visi & Misi

PDF File 0.4 MB

LIMA PILAR PROGRAM CSR

Untuk meningkatkan manfaat CSR bagi masyarakat dan lingkungan, maka Perusahaan telah menyusun Perencanaan Strategis Program Community Development sebagai berikut:

Program di bidang pendidikan menitikberatkan pada pendidikan masyarakat yang masih lemah. Dalam hal ini, Perusahaan memberikan bantuan Pendidikan dan beasiswa pada masyarakat dengan sasaran siswa-siswi yang putus sekolah dan kesulitan dalam pembiayaan pendidikan.

Program di bidang kesehatan lebih menitikberatkan pada optimalisasi kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha peningkatan kesehatan seperti klinik, pengobatan gratis, sanitasi, dan promosi hidup sehat dan bersih.

Program di bidang lingkungan menitikberatkan pada pelestarian lingkungan dengan memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk peduli kepada lingkungan.

Program di bidang Ekonomi menitikberatkan pada peningkatan perekonomian masyarakat yang masih rendah, sehingga masyarakat dapat mandiri dan tidak tergantung pada Perusahaan.

Program di bidang infrastruktur menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur pendukung kegiatan ekonomi dengan lebih memperhatikan pembangunan infrastruktur publik.

Kegiatan CSR

Kegiatan Terbaru

Card image cap
PGE Rabu 08 Agustus 2018

Sebutan Danau Pangkalan sebenarnya tidak asing bagi masyarakat di sekitar kabupaten Bandung dan Garut. Namun beberapa tahun belakangan danau ini mulai terlupakan karena memang wujud fisiknya sudah tidak dapat ditemui lagi. Lokasi Danau Pangkalan berada di Dusun Kamojang yang terletak di Kabupaten Bandung berbatasan dengan kabupaten Garut, dimana secara dokumentasi, pada  peta topografi tahun 1954 Danau Pangkalan masih muncul.

Dusun Kamojang pada awalnya dikenal dengan sebutan Pangkalan Pateunteung. Nama Kamojang diambil dari nama kawah yang ada di wilayah Pangkalan Pateunteung, dimana pada tahun 1920-an kegiatan eksplorasi panas bumi di wilayah tersebut pertama kali dilakukan oleh Pemerintah Belanda. Inilah kemudian yang membuat nama Kamojang kemudian semakin dikenal masyarakat secara luas.

Paska masa kemerdekaan Republik Indonesia, wilayah Kamojang juga tidak luput dari wilayah yang terkena dampak dari peristiwa gerakan DI/TII, sehingga pada masa itu banyak dari penduduk Kamojang yang keluar dari wilayah Kamojang karena melihat bahwa Kamojang bukanlah tempat yang aman untuk ditempati. Dan mulai  tahun 1962 setelah, wilayah Kamojang aman sudah berangsur aman dan kondusif untuk ditempati,  penduduk Kamojang satu persatu mulai kembali ke tempat asalnya di Kamojang, termasuk menghuni dan memanfaatkan lahan di sekitar Danau Pangkalan. Pada awalnya, Danau Pangkalan banyak dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk memelihara kerbau dan budidaya ikan, belum ada penduduk yang berminat untuk berkebun di wilayah sekitar Danau Pangkalan. “(Danau Pangkalan) dibikin kolam untuk ditanami ikan. Jadi ditanami ikan, kemudian satu tahun sekali itu baru dipanen. Hampir semuanya menanam ikan, karena belum ada kebun”, begitu salah satu penuturan penduduk yang berdiam di sekitar Danau Pangkalan.

Pada awal tahun 1980-an, kegiatan berkebun mulai berkembang di wilayah Danau Pangkalan. Pada masa itu, untuk memenuhi kebutuhan lahan bagi warga sekitar untuk bercocok tanam, Danau Pangkalan mulai dikeringkan oleh penduduk sekitar dengan cara membobol tanggul.  Salah satu warga yang berdiam di sekitar Danau Pangkalan, Odo Suhada, menjelaskan bahwa hilangnya Danau Pangkalan sebagian besar bukan dikarenakan peristiwa alami melainkan aktifitas yang disengaja karena belum adanya lahan untuk bertani pada saat itu. “Karena banyak pembentukan kebun, jadi si airnya itu dialirkan sampai kering. Tanggul-tanggulnya dibobol kemudian kering, sehingga (Danau Pangkalan) bisa dipakai untuk menanam tanaman” jelasnya.

Hal ini dilakukan oleh masyarakat karena adanya kebutuhan akan lahan untuk bercocok tanam. Salah satu warga yang berdiam di sekitar Danau Pangkalan, Odo Suhada, menjelaskan bahwa hilangnya Danau Pangkalan sebagian besar bukan dikarenakan peristiwa alami melainkan aktifitas yang disengaja karena belum adanya lahan untuk bertani pada saat itu. “Karena banyak pembentukan kebun, jadi si airnya itu dialirkan sampai kering. Tanggul-tanggulnya dibobol kemudian kering, sehingga bisa dipakai untuk menanam tanaman” jelasnya.

Berdasarkan keterangan Odo Suhada, sebagian Danau Pangkalan masih ada hingga awal tahun 2000-an. Namun, sekarang sudah tidak ada lagi. Sebagian besar lahan bekas Danau Pangkalan telah berubah fungsi menjadi lahan pertanian masyarakat. Bahkan ada yang disewakan untuk aktifitas pertanian kentang milik salah satu perusahaan swasta nasional.

Upaya revitalisasi danau pangkalan diinisiasi pada beberapa tahun terakhir. Salah satunya dengan inisiasi pemetaan sumber air yang dilakukan PT Pertamina Geothermal Energy bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung. Kerjasama dengan masyarakat sekitar juga dilakukan sebagai upaya revitalisasi danau melalui penggalian lahan di sekitar lokasi bekas Danau Pangkalan. Hasilnya mulai muncul danau-danau kecil yang menjadi obyek wisata bagi wisatawan lokal. PT Pertamina Geothermal Energy sebagai pengembang energi panas bumi yang bersih dan ramah lingkungan, sangat memberikan perhatian pada revitalisasi Danau Pangkalan tersebut sebagai salah satu bagian dari program pengembangan desa wisata geothermal yang telah dikembangkan di sekitar Area Kamojang tempat dimana salah satu pengusahaan panas bumi dilakukan oleh PT Pertamina Geothermal Energy. Pengembangan desa wisata geothermal di Area Kamojang tersebut (termasuk inisiasi revitalisasi Danau Pangkalan) telah mendapatkan apresiasi dari Pemerintah dan para pemangku kepentingan di sekitar Area Kamojang. Pencapaian perolehan 7 kali PROPER emas berturut-turut bagi PT. Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menjadi salah satu bukti nyata usaha PT Pertamina Geothermal Energy dalam pengelolaan lingkungan di sekitar Area Kamojang, dan inisiasi revitalisasi Danau Pangkalan merupakan salah satunya.

Card image cap
Pertamina Senin 09 Juli 2018

Tasikmalaya - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha berdayakan kelompok tani kopi di Kabupaten Tasikmalaya. Pada Selasa, 5 Juni 2018, PGE Area Karaha menyerahkan bantuan berupa alat roaster kepada Kelompok tani Mekar Harapan Desa Dirgahayu dan Kelompok Tani Wargi Saluyu 1 Desa Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya.

Area Manager Karaha Mawardi Agani menjelaskan, bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari program pemberdayaan kelompok tani yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2015 silam. Mulai dari pemberian bibit kopi berkualitas, keikutsertaan pada berbagai pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan produksi kopi, hingga pemberian bantuan alat mesin pengupas kulit ari kopi (Pulper), mesin howler dan benchmark ke kelompok tani kopi yang telah lebih dahulu maju.

“Peningkatan taraf perekonomian petani kopi yang ditunjukkan Kelompok tani Mekar Harapan Desa Dirgahayu dan Kelompok Tani Wargi Saluyu 1 Desa Kadipaten ini dapat menjadi contoh kelompok tani lainnya untuk maju bersama PGE membangun membangun Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut,” kata Mawardi.

Pemberian alat roaster dikaitkan dengan kegiatan Safari Ramadhan Direksi PGE tahun 2018 ke Area Karaha. Mengusung tema Berbagi Kebaikan, Area Karaha menyerahkan bantuan CSR berupa santunan dan perlengkapan sekolah bagi 100 anak yatim piatu serta bantuan karpet dan sajadah masjid kepada lima desa senilai total Rp 90 juta.

Card image cap
Pertamina Senin 09 April 2018

Melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR), PT Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong ikut serta dalam kegiatan pengembangan kemandirian anak – anak LPKA Kelas II Tomohon dengan cara melakukan pemberdayaan dan pendampingan pembuatan karya seni berupa pembuatan mars dan mini album musik untuk anak – anak yang dibuat oleh anak – anak didik LPKA Kelas II Tomohon sendiri. Mars LPKA tersebut nantinya akan menjadi Mars LPKA se- Indonesia. Harapannya dengan kegiatan pengembangan potensi anak ini, anak – anak LPKA yang merasa rendah diri dan kurang percaya diri akan bangkit untuk berkarya serta kedepannya mereka percaya diri menghadapi lingkungan masyarakat setelah keluar dari LPKA.

Kegiatan terus berjalan hingga saat ini dan anak – anak didik tersebut dapat menghasilkan 9 buah lagu termasuk 2 buah mars yang bertema semangat, harapan dan anti narkoba. Kegiatan tersebut juga berkolaborasi dengan beberapa pihak yang ikut mendukung dalam kegiatan tersebut yaitu RRI dan TVRI. Pihak RRI dan TVRI sangat membantu dalam pelaksanaan program dalam pembuatan video clip dan rekaman suara.

PT Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang energi terbarukan berupa panas bumi yang peduli terhadap permasalahan pendidikan. Pada tahun 2018 ini, PT. Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong bekerjasama dengan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Tomohon untuk membantu pendidikan anak – anak didik dalam rangka pengembangan potensi diri di bidang seni. Perjanjian kerjasama telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 9 bulan April tahun 2018 antara PT. Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong dengan pihak Lembaga Pembinaan Kelas II Tomohon. Kedua belah pihak sepakat untuk memperhatikan pendidikan anak melalui program – program pengembangan potensi anak yang akan dilaksanakan selama satu tahun kedepan.

Kegiatan CSR Lainnya