Kebijakan

Perusahaan meyakini bahwa pekerja sebagai aset utama adalah pelanggan pertama yang harus mendapatkan pelayanan terbaik dalam pemenuhan hak-haknya. Perusahaan memberikan perhatian dan komitmen yangtinggi dalam pengelolaan aspek ketenagakerjaan guna menciptakan competitive advantages melalui SDM yang profesional, kompeten dan berdaya saing tinggi dengan tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan dalam bekerja. Dalam rangka menjaga komitmen tersebut, Perusahaan telah memiliki pedoman yang dijadikan acuan dalam setiap pengelolaan Ketenagakerjaan serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yaitu Pedoman Perusahaan Nomor A-004/PGE600/2015-S0 tentang Sistem Manajemen Perusahaan dan Kebijakan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) PT Pertamina (Persero).

Berbagai kebijakan dan implementasi dalam pelaksanaan dan pengelolaan Ketenagakerjaan telah mengacu pada ketentuan umum yang ada, yaitu Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan ketentuan lainnya terkait perlindungan ketenagakerjaan. Sedangkan dalam pengelolaan K3LL mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi dan peraturan lainnya terkait perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja pada sektor pengelolaan panas bumi.

Get 8

Pengelolaan aspek K3LL dan Pengamanan Perusahaan diterapkan di semua area maupun proyek Perusahaan sesuai Pedoman Sistem Manajemen K3LL maupun Sistem Manajemen Pengamanan yang telah dimiliki Perusahaan. Secara garis besar program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perusahaan terangkum dalam GET (Geothermal Excellent Treads) 8.

1.

Management Commitment & Participation

Program ini merupakan bukti komitmen Manajemen Lini Perusahaan dalam kepeduliannya terhadap aspek K3LL dan Pengamanan. Perusahaan untuk memenuhi target Perusahaan yaitu zero fatality dan kinerja K3LL dan Pengamanan Perusahaan yang ekselen di setiap area operasi. Implementasi dari Management Commitment & Participation diantaranya adalah Pelaksanaan Management Walkthrough (MWT) dan Management Review Aspek K3LL dan Pengamanan Perusahaan. MWT adalah kunjungan kerja Direksi dan Manajemen Perusahaan ke setiap area operasi untuk melakukan pemantauan dan memberikan masukan untuk perbaikan/peningkatan aspek K3LL dan Pengamanan Perusahaan yang diselenggarakan secara rutin minimal satu kali dalam setiap triwulan. Sedangkan Management Review merupakan program rutin tahunan untuk meninjau kinerja Perusahaan maupun area operasi, termasuk di dalamnya membahas aspek K3LL dan Pengamanan Perusahaan.

2.

Legal Compliance

Salah satu aspek penting dalam Pengelolaan K3LL dan Pengamanan Perusahaan adalah pemenuhan terhadap peraturan yang berlaku terkait aspek K3LL dan Pengamanan Perusahaan. Implementasi dari pemenuhan peraturan aspek K3LL dan Pengamanan Perusahaan diantaranya adalah Pengusulan area operasi Perusahaan sebagai Obvitnas; Pengelolaan Surat Kelayakan Penggunaan Peralatan (SKPP), Surat Kelayakan Penggunaan Instalasi (SKPI), dan Surat Laik Operasi (SLO); pelaksanaan inspeksi peralatan untuk menjamin peralatan layak untuk digunakan, penerbitan Permit to Work (PTW), peran serta dalam Program Penilaian Peringkat Kineja Perusahaan (PROPER);

3.

Promotion and Campaign Budaya HSSE

Dalam mendukung tercapainya target Perusahaan yaitu zero fatality dan kinerja K3LL dan Pengamanan Perusahaan yang ekselen di setiap area operasi, perlu dilakukan sosialisasi dan penyebaran informasi terkait aspek K3LL dan Pengamanan Perusahaan untuk menjamin setiap informasi penting dapat diterima oleh setiap pekerja. Bentuk sosialiasi dan penyebaran informasi ini penerapan aspek K3LL dan Pengamanan Perusahaan dilakukan melalui program Safety Stand Down (SSD), Safety Messages Service (SMS), Safety Alert dan berbagai media seperti Standing Banner maupun media lain yang sudah menjadi bagian dari program kampanye rutin sepanjang tahun.

4.

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kerja Kontraktor (CSMS)

Perusahaan juga memberlakukan Contractor Safety Management System (CSMS), yang merupakan bagian dari mitigasi risiko aspek K3LL. Pengelolaan aspek K3LL dilakukan untuk menekan atau meniadakan insiden. Komitmen dan upaya peningkatan berkelanjutan dalam pengelolaan aspek HSSE Perusahaan dilakukan melalui peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran, serta kepedulian pekerja maupun kontraktor. CSMS digunakan sebagai alat untuk melakukan seleksi, evaluasi, dan pengawasan kinerja kontraktor.

Perusahaan juga memastikan semua kontraktor yang akan bekerja di lingkungan Perusahaan mempunyai sistem manajemen K3LL dan Pengamanan serta memenuhi persyaratan K3LL dan pengamanan pada setiap pelaksanaan pekerjaan. Perusahaan memastikan setiap unit operasi mematuhi dan melaksanakan setiap aspek K3LL. Perusahaan memfasilitasi pekerja dengan peralatan kerja yang aman sesuai standar yang berlaku untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja, memastikan peralatan dan instalasi yang digunakan telah memenuhi ketentuan K3LL serta melakukan inspeksi secara berkala.

5.

Training & Awareness Aspek HSSE

Untuk memastikan bahwa target kinerja K3LL dan pengamanan Perusahaan tercapai, Perusahaan menyelenggarakan program pelatihan dan peningkatan kewaspadaan aspek K3LL dan pengamanan Perusahaan, yang diberikan kepada seluruh pekerja. Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pekerja di bidang operasional dan kaitannya dengan K3LL dan Pengamanan Perusahaan, serta meningkatkan kewaspadaan pekerja terhadap K3LL dan Pengamanan Perusahaan.

6.

Risk Assessment HSSE (Pemantauan Iklim Kerja)

Dalam rangka menciptakan kegiatan operasional yang aman bagi pekerja maupun lingkungan, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan nyaman, dilakukan Risk Assessment aspek K3LL dan Pengamanan. Implementasi dari Risk Assessment tersebut diantaranya pembuatan Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification Risk Assesment and Control (HIRAC) untuk setiap pekerjaan dan pelaksanaan pemantauan kualitas lingkungan kerja secara rutin. Pemantauan tersebut meliputi pengukuran kualitas udara dan kebisingan yang dilaksanakan di seluruh area kerja Perusahaan.

7.

Improvement & Learning

Untuk memastikan setiap program K3LL dan Pengamanan Perusahaan tetap relevan dengan kegiatan operasional perusahaan, dan untuk meningkatkan kinerja K3LL dan Pengamanan Perusahaan perlu dilakukan Improvement & Learning secara berkelanjutan.

Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain Sharing Lesson From Event dan Replikasi CIP. Sharing Lesson From Event bertujuan untuk mempelajari berbagai kejadian maupun success story terkait aspek K3LL dan Pengamanan dari perusahaan lain sejenis maupun dari internal perusahaan. Replikasi CIP yang sedang dalam proses pengerjaan adalah replikasi alat mitigasi bahaya longsor yang merupakan CIP dari Area Ulubelu untuk dapat diimplementasikan di Area dan Proyek Perusahaan lainnya.

8.

Emergency Preparadness

Bagian penting dalam pengelolaan K3LL dan Pengamanan Perusahaan adalah kesiapan dalam menghadapi keadaan darurat, sehingga perlu disusun emergency preparadness secara komprehensif. Pedoman emergency preparadness tertuang dalam Pedoman Kesiagaan dan Penanggulangan Keadaan darurat No.A-003/PGE600/2015-S0. Pelaksanaan dari Pedoman tersebut adalah dibentuknya tim OKD (Organisasi Keadaan Darurat) baik secara terpusat maupun di masing-masing area dan proyek Perusahaan. Untuk selalu memastikan kesiapan Tim OKD dan seluruh pekerja dalam menghadapi keadaan darurat, maka dibuat program emergency drill secara berkala, yaitu berupa simulasi terjadinya keadaan darurat dan respon penanganannya. Selain itu, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keadaan darurat khusunya bencana alam tanah longsor, Perusahaan juga menerapkan penggunaan alat monitoring dini bencana alam, yaitu Early Warning System (EWS) yang digunakan di seluruh wilayah operasi perusahaan.

ESIA

Area
ESIA
Download

Keanekaragaman Hayati