Berita

Card image cap
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Karaha Ditargetkan Beroperasi Akhir Februari 2018
PGE Senin 12 Februari 2018

TASIKMALAYA - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) optimistis Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Karaha di Kabupaten Tasikmalaya, JawaBarat, akan beroperasi komersial paling cepat pada akhir bulan ini. Hal tersebut disampaikan Direktur Eksplorasi dan Pegembangan PGE, Khairul Rozaq saat menerima kunjungan kerja Direktur Panas Bumi Ida Nuryatin Finahari ke proyek PLTP Karaha, pada (2/2/2018).

Proyek karaha ini secara administratif berada di lima Kabupaten, yaitu Kabupaten Sumedang, Garut, Majalengka, Tasikmalaya dan Ciamis dengan rencana kapasitas terpasang sebesar 30MW. Dengan kapasitas tersebut, produksi listriknya diharapkan dapat meningkatkan keandalan sistem transmisi Jawa –Bali dengan tambahan suplai listrik sebesar 227GWh/tahun. Produksi listrik ini akan menerangi 33 ribu rumah.

“Proyek Karaha ini merupakan proyek terlengkap, mulai dari sub-surface, eksplorasi, pemipaan, power plant hingga transmisi dikerjakan oleh PGE,” jelasnya.

PLTP Karaha memanfaatkan energi bersih dan ramah lingkungan. Pemanfaatannya akan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 202ribu ton CO2/tahun.

Dengan beroperasinya PLTP Karaha milik PGE tersebut maka total kapasitas terpasang PGE adalah 617 MW, terdiri dari Kamojang -Jawa Barat 235 MW, Lahendong - Sulawesi Utara 120 MW, Ulubelu- Lampung 220 MW, Sibayak - Sumatera Utara 12 MW dan Karaha -Jawa Barat 30 MW.

Berita Terkait