PT. Pertamina Geothermal Energy

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Profil Perusahaan Wilayah Kerja Pengusahaan

Wilayah Kerja Pengusahaan

PT Pertamina Geothermal Energy mengelola 14 wilayah kerja pengusahaan, sembilan diantaranya dioperasikan sendiri oleh PT Pertamina Geothermal Energy, lima wilayah kerja pengusahaan lainnya dikelola melalui Kontrak Operasi Bersama (KOB).

A. Sibayak

Area Sibayak terletak di Kabupaten Brastagi Sumatera Utara. Kapasitas PLTP terpasang saat ini total sebesar 12 MW yang terdiri dari 1 Unit Monboblok 2 MW serta 2 Unit PLTP 2x5MW yang merupakan ESC (Energy Sales Contract) dengan PT PLN, sedangkan 10 MW merupakan SSC (Steam Sales Contract) dengan PT Dizamatra Powerindo. Peresmian proyek ini dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada tanggal 11 Desember 2007 bersamaan dengan peresmian PLTP Kamojang Unit 4 dan Lahendong Unit 2.

B. Kerinci
Proyek Sungai Penuh terletak di Kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci - Jambi berada sekitar 45 km arah selatan Kota Sungai Penuh. Proyek ini diperkirakan menyimpan potensi panasbumi sebesar 80 MW. Saat ini masih dalam proses penyelesaian studi AMDAL, PT Pertamina Geothermal Energy menargetkan satu unit PLTP 55 MW yang siap dioperasikan secara komersial tahun 2012

C. Lumut Balai

Proyek Lumut Balai terletak di di Desa Panindayan, Kecamatan Semendo Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, terletak sekitar 108 km dari kota Baturaja. Kegiatan pemboran eksplorasi di Proyek yang berkapasitas 2x55MW telah dimulai sejak tahun 2007, pada saat ini telah diselesaikan pemboran 2 sumur eksplorasi, sumur eksplorasi ke-3 dalam tahap pemboran. Dari kedua sumur yang sudah dilakukan pengujian, diperkirakan memiliki kapasitas 15 MWe, PT Pertamina Geothermal Energy menargetkan dua Unit PLTP 2x55MW akan beroperasi komersial pada tahun 2011.

D. Hululais

Proyek Hululais terletak di Kabupaten Lebong yang berjarak sekitar 180 km dari kota Bengkulu. Proyek ini memiliki potensi kapasitas sebesar 300 MW. Proyek ini sangat dihandalkan untuk membantu mengatasi kekurangan kebutuhan energi listrik di wilayah Bengkulu dan sekitarnya. Kegiatan yang sedang dilaksanakan di Proyek Hululais saat ini dalam tahap mempersiapkan infrastruktur dan persiapan pengeboran. PT Pertamina Geothermal Energy menargetkan dua Unit PLTP 2x55MW akan beroperasi komersial pada tahun 2012.

E. Kotamobagu

Wilayah Proyek Kotamobagu terletak 250 km arah Selatan kota Manado, berada di dalam wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow dan Minahasa Selatan Propinsi Sulawesi Utara. Proyek ini mempunyai potensi sebesar 280 MW, status kegiatan proyek saat ini tahap penyelesaian studi AMDAL. PT Pertamina Geothermal Energy menargetkan dua Unit PLTP 2x20MW akan beroperasi komersial pada tahun 2012.

F. Lahendong

Area Lahendong terletak di Kota Tomohon Sulawesi Utara, Area Lahendong yang dioperasikan sejak tahun 2001 diawali dengan pengoperasian PLTP Unit-1 sebesar 20MW. Pengembangan Unit PLTP berikutnya yang telah dirintis sejak tahun 2004 kini telah membuahkan hasil dengan telah dioperasikannya PLTP Unit-2 20 MW sejak awal tahun 2007, sedangkan PLTP Unit-3 saat ini dalam tahap testing & commisioning, diharapkan pada kwartal pertama tahun 2009 sudah beroperasi secara komersial, sehingga akan menjadikan total kapasitas pembangkitan di Area Lahendong menjadi sebesar 80MW. PLTP Lahendong merupakan unit pembangkit terbesar dan memberikan kontribusi sistem kelistrikan di Sulut sebesar 60%.

G. Lahendong 5 & 6

Proyek Tompaso terletak di desa Tompaso, kurang lebih 15km disebelah selatan Area Lokasi Lahendong. Kegiatan pemboran eksplorasi dan eksploitasi telah dilaksanakan sejak Oktober 2008. Direncanakan di daerah ini akan dilaksanakan 8 sumur pemboran untuk mengoperasikan pembangkitan berkapasitas 2x20 MW yaitu PLTP Unit 5 dan Unit 6, yang diharapkan akan beroperasi komersial di tahun 2012.

H. Kamojang

Area Kamojang pertama kali beroperasi pada tahun 1982. Total Kapasitas PLTP saat ini sebesar sebesar 200MW terdiri atas PLTP Unit 1,2,3 total 140 MW yang dimiliki & dioperasikan oleh PLN serta PLTP unit 4 sebesar 60 MW yang dimiliki & dioperasikan oleh PT PGE (total project). Keberhasilan Pertamina menyelesaikan proyek pengembangan PLTP Unit-4 60MW secara total project telah mengangkat citra bisnis Pertamina yang selama ini terkesan hanya mampu bergerak di bidang pengembangan geothermal sisi hulu saja. Saat ini tengah dilakukan serangkaian survei dalam rangka penjajagan untuk pengembangan Area Kamojang lebih lanjut serta survey MEQ secara rutin untuk memonitor sistem reservoirnya.

I. Ulubelu

Ulubelu terlentak di desa Pagaralam dan Muaradua yang berjarak 45 km dari kecamatan Talangpadang atau sekitar 125 km dari kota Bandar Lampung. Kegiatan pemboran eksplorasi di Proyek yang berkapasitas 2x55MW telah dimulai sejak tahun 2007. PT Pertamina Geothermal Energy telah mengoperasikan dua Unit PLTP 55MW pada tahun 2012.

Pertamina Geothermal Energy dalam mengembangkan bisnisnya juga bekerjasama dengan mengelola Kontrak Operasi Bersama dibeberapa daerah yaitu Gunung Salak 375 MW dikelola oleh Chevron Geothermal Salak, Darajat 260 MW dikelola oleh Chevron Geothermal Indonesia, Wayang Windu 227 MW dikelola oleh Star Energy, PT  Geo Dipa yang mengelola lapangan Patuha, Bedugul dikelola oleh Bali Energy Limited, Sarulla dikelola oleh Konsorsium Sarulla Operations Limited.



 

CONTACT PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY

Fix Phone
: 500 000 (from all cities in Indonesia)
Phone 
: +62 21 7917 3000
Fax
: +62 21 7972 177
SMS
: +62 21 7111 3000
E-Mail
: pcc@pertamina.com 
Office
: Menara Cakrawala lt 11, Jl. MH. Thamrin No.9, Jakarta 10340 
© PT Pertamina Geothermal Energy Corporate Website