PGE Area Kamojang Lima Kali Berturut-turut Raih Proper Emas

JAKARTA - Lima kali Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang mendapatkan peringkat PROPER Emas. Mempertahankan hingga lima tahun berturut-turut bukanlah hal mudah. Tak jarang peringkat PROPER Emas yang sudah diraih, tiba-tiba bisa turun pada tahun berikutnya. Karena itu, Direktur Utama PT PGE Irfan Zainuddin membuka rahasia prestasi perusahaan panasbumi itu dalam mendorong pengembangan kegiatan pengelolaan lingkungan hidup pada operasional sehari-hari. Menurutnya PROPER sebagai salah satu mekanisme penilaian kinerja penataan lingkungan dan sosial, telah mendorong PGE untuk terus mempertahankan pengelolaan lingkungan terbaik dengan mengembangkan berbagai inovasi baik dari segi pengembangan kegiatan operasional yang ramah lingkungan, pemanfaatan sumber daya yang optimal, juga mengembangkan inovasi pengembangan energi terbarukan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan moto perusahaan “Memanfaatkan Energi, Mengembangkan Sinergi, Menguatkan Kemandirian Ekonomi”. Inovasi yang dilakukan antara lain, pengembangan sumber listrik panas bumi skala kecil yaitu portable turbine berkapasitas 750 watt, dan bladeless turbine dengan kapasitas 3200 watt. Yakni pemanfaatan energi uap panas bumi dari jalur bleeding untuk penyediaan energi listrik di sekitar daerah operasional. Ada juga inovasi lampu thermoelectric yang memanfaatkan perbedaan suhu di sekitar jalur pipa uap untuk diubah menjadi energi listrik alternatif sebagai penerangan lingkungan. Inovasi ini bahkan mendapatkan penghargaan Satya Lancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia. Sementara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, inovasi yang dilakukan yakni pemanfaatan uap geothermal untuk budidaya anggrek dan pengembangan alat pengering kopi. “PROPER juga mendorong kami untuk mewujudkan sinergi dengan alam sekitar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Seperti melalui programgreen school (sekolah berwawasan lingkungan) dan program pengembangan bank sampah berbasis masyarakat,” paparnya. Sinergi stakeholder diwujudkan melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung melalui program pengembangan Desa Wisata Geothemal Kamojang. Kegiatannya meliputi pengembangan Geothermal Information Center (GIC) sebagai pusat informasi dan edukasi geothermal, pengembangan kuliner, pelestarian Domba Hias (plasma nutfah), pengembangan Taman Wisata Alam Kawah Kamojang, dan Danau Pangkalan. Selain dengan pemerintah daerah, PGE juga bekerja sama dengan BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Barat untuk Pengembangan Pusat Konservasi Elang di Kamojang, serta Pengembangan Taman Wisata Alam Kawah Kamojang. “Dengan adanya PROPER semakin membuktikan pengembangan bisnis geothermal dapat dilakukan selaras dengan pelestarian lingkungan dan sosial,” kata Irfan. Gemilang emas Kamojang menjadi bukti PGE menjalankan bisnisnya senantiasa mengedepankan prinsip- prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.• DSU