Pertamina Tandatangani 6 PJBU dan PJBL serta Kerjasama Penelitian

Nusa Dua, 11 Februari 2016

Sebagai upaya mendukung peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan dalam  bauran energi nasional serta mendukung Ketahanan Energi Nasional, PT Pertamina  Geothermal Energy telah melaksanakan beberapa penandatanganan kontrak baru  dan amandemen Perjanjian Jual Beli Uap (PJBU) dan Perjanjian Jual Beli Listrik  (PJBL) panasbumi dengan PT. Indonesia Power dan PT. PLN. Penandatanganan  PJBU & PJBL yang dilaksanakan dalam ajang Bali Clean Energy Forum bertempat di Bali Nusa Dua Convention Center tersebut terdiri dari:

  1. Penandatanganan Amandemen PJBU & PJBL dengan PT. PLN yang ditandatangani oleh  Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy, Bapak Irfan Zainuddin dan  Direktur Utama PT PLN (Persero) Bapak Sofyan Basir, terdiri dari:   Amandemen PJBU Panas Bumi untuk suplai uap PLTP Lahendong Unit 1 kapasitas 20 Megawatt, Lahendong Unit 2 kapasitas 20 Megawatt, Lahendong Unit 3 kapasitas 20 Megawatt dan Lahendong Unit 4 dengan kapastitas 20 Megawatt.Amandemen PJBL Panas Bumi untuk PLTP Kamojang Unit 4 kapasitas 60 Megawatt dan Kamojang Unit 5 dengan kapasitas 35 Megawatt. 
  2. Penandatanganan Kontrak Baru (Restated) PJBU dengan PT Indonesia Power untuk suplai uap PLTP Kamojang Unit 1 kapasitas 30 Megawatt,  Kamojang Unit 2 kapasitas 55 Megawatt dan Kamojang Unit 3 kapasitas 55 Megawatt. Penandatanganan oleh Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy, Bapak Irfan Zainuddin dan  Direktur Utama PT Indonesia Power, Bapak Antonius Resep Tyas

Dengan telah ditandatanganinya PJBU dan PJBL tersebut, Direktur Utama PGE, Irfan Zainudin merasa optimis bahwa pemanfaatan energi geothermal di Indonesia akan semakin bergairah dan berkembang dengan pesat. “PGE berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam mengembankan energi bersih yang ramah lingkungan sehingga bisa membantu mengurangi emisi carbon secara berkesinambungan”, ujar Irfan. Untuk itu PGE mencanangkan target installed capacity di atas 1.000 MW di tahun 2021 dan pada tahun 2030 diharapkan mencapai 2.700 MW, tegas Irfan dengan optimis.

Selain itu, pada kesempatan yang sama telah ditandatangani juga MoU dan kerjasama antara PT Pertamina (Persero) dengan BPPT yang dilakukan oleh Direktur Hulu PT Pertamina (Persero), Syamsu Alam dan Kepala BPPT, Unggul Priyanto yang terdiri dari:

  1. Joint Study Agreement (JSA) antara PGE, GFZ dan BPPT di Lapangan Geothermal Lahendong, Sulawesi Utara dalammengembangkan dan melakukan riset Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi Binary Cycle;
  2. Perjanjian Kerjasama antara PGE dengan BPPT di Lapangan Geothermal Kamojang dalam membangun dan melakukanpenelitian Pembangkit Listrik Skala Kecil dengan kapasitas 3MW.

Dengan penandatanganan kerjasama tersebut, Syamsu Alam berharap bahwa Pertamina akan ikut terlibat aktif dalam mengembangkan kapabilitas nasional di bidang geothermal, baik dari sisi SDM maupun penguasaan teknologi. “Dengan memiliki potensi sumber daya geothermal terbesar di dunia, sudah selayaknya Indonesia bisa menguasainya dan mengembangkan sendiri teknologi pemanfaatan geothermal”, harap Syamsu Alam. Untuk itu, Pertamina akan mendukung setiap upaya dari seluruh komponen bangsa ini untuk mewujudkan hal tersebut, tutup Alam.

Turut menyaksikan penandatangan tersebut Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri ESDM Sudirman Said, setelah acara pembukaan secara resmi Bali Clean Energy Forum yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali dengan mengusung tema: Bridging the gap, promoting global partnership.

Sekilas PT. Pertamina Geothermal Energi:

Saat ini PGE memiliki 12 Wilayah Kerja Panasbumi dengan total kapisitas pembangkitan sebesar 437 MW yang dihasilkan dari 3 Area: Kamojang (235 MW), Ulubelu (110 MW),  Lahendong (80 MW) dan Sibayak (12 MW). Selain itu saat ini secara paralel PGE sedang melakukan pembangunan proyek-proyek panasbumi dengan total kapasitas 510 MW, yang terdiri dari:

  • Ulubelu unit 3 kapasitas 55MW, direncanakan COD Agustus 2016
  • Lahendong unit 5 kapasitas 20  MW, direncanakan COD Desember 2016
  • Karaha unit 1 kapasitas 30  MW, direncanakan COD Desember 2016
  • Lumutbalai unit 1 kapasitas 55  MW, direncanakan COD Desember 2016
  • Ulubelu unit 4 kapasitas 55 MW, direncanakan COD Juni 2017
  • Lahendong unit 6 kapasitas 20  MW, direncanakan COD Juli 2017
  • Lumutbalai unit 2 kapasitas 55  MW, direncanakan COD Juni 2018
  • Hululais unit 1 kapasitas 55  MW, direncanakan COD Januari 2018
  • Sungai penuh unit 1 kapasitas 55  MW, direncanakan COD Juni 2019
  • Lumutbalai unit 3 kapasitas 55  MW, direncanakan COD 2022
  • Lumutbalai unit 1 kapasitas 55  MW, direncanakan COD 2023

Corporate Secretary PT PGE,