Corporate Governance

Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Code of Corporate Governance)

Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct)

Board Manual

 

Good Corporate Governance

PT Pertamina Geothermal Energy (PT PGE) meyakini bahwa implementasi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance GCG) akan mendorong pelaksanaan bisnis yang beretika dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kejelasan komitmen, aturan main dan praktik-praktik penyelengaraan perusahaan yang baik dan beretika akan mendorong peningkatan kinerja dan memberikan nilai tambah bagi para stakeholders.

PT PGE telah merancang dan menetapkan berbagai kebijakan dan perangkat untuk dapat melaksanakan dan mengembangkan GCG secara sistematis dan efektif, antara lain:

1.    Penetapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Code of Corporate Governance) oleh Direktur Utama dan Komisaris Utama PT PGE pada tanggal 28 November 2014.

2.     Penetapan Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) oleh Direktur Utama dan Komisaris Utama PT PGE pada tanggal  29 Mei 2013.

3.     Penanganan Benturan Kepentingan yang mengacu kepada Pedoman Konflik Kepentingan (Conflict of Interest) No. A-002/PGE400/2010-S0 tanggal 23 Nopember 2010.

4.   Pelaksanaan Whistle Blowing System yang mengacu kepada TKO No. B-004/PGE400/2010-S0 tanggal 23 Nopember 2010, dimana sistem ini dibangun sebagaiupaya untuk penanganan pengaduan yang lebih tanggap, transparan, aman dan bertanggung jawab.

5.    Penunjukkan Direktur Keuangan sebagai Koordinator Penerapan dan Pemantauan GCG, dengan tugas antara lain:

a.    Mengkoordinasikan penerapan, pemantauan, penegakan dan pemenuhan GCG; dan

b.   Mengelola isu-isu kepatuhan di dalam perusahaan dan meyakinkan bahwa Perusahaan dan para pekerjanya telah menerapkan dan menegakkan GCG dalam pelaksanaan bisnis Perusahaan.

6.    Pelaksanaan Sosialisasi GCG setiap tahun, dengan mengundang narasumber dari KPK, PPATK, BPKP dan praktisi GCG lainnya.

7.    Kewajiban penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara bagi Direksi, Komisaris, VP/setara dan Manajer/setara.

8.   Pelaksanaan assessment GCG yang bertujuan untuk mengidentifikasi bidang-bidang penerapan GCG di Perseroan yang mendekati atau telah mencapai praktik terbaik (best practices) maupun bidang-bidang yang belum mendekati atau mencapai best practices serta mendapatkan umpan balik berupa rekomendasi perbaikan untuk lebih meningkatkan pelaksanaan GCG di kemudian hari.

9.     Pengisian GCG Online System yang dikembangkan sejak tahun 2012, dimana semua pekerja wajib untuk mengisi formulir GCG Online system yang mencakup:

  • Gratifikasi
  • Pernyataan Potensi Konflik kepentingan (Conflict of interest)
  • Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) Insan Perusahaan